Review Galaxy note FE

samsung galaxy note fe

Samsung Galaxy Note FE

Samsung Galaxy note Fe merupakan reinkarnasi dari galaxy note 7 yang sempat menjadi salah satu ponsel terbaik dikelasnya namun harus kandaslantaran kasus baterai yang meledak.

Pupusnya Galaxy Note 7 sebelum masanya melahirkan reinkarnasi dalam bentuk ponsel Galaxy Note FE.

Galaxy Note FE atau Fan Edition dari namanya menunjukkan ponsel ini lebih ditujukan untuk para fans ponsel Samsung sesuai namanya. Ponsel ini menggunakan bagian-bagian yang diambil dari ponsel Galaxy Note 7 dan komponen-komponen yang belum digunakan.

Seperti pendahulunya, Galaxy Note FE mengusung fitur Iris Scanner dan desain ponsel dengan sisi melengkung. Namun, untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang sama terulang, Samsung telah mengikis kapasitas baterai di Galaxy Note FE menjadi 3.200 mAh saja.

Selain perbedaan kapasitas baterai, Galaxy Note FE juga menggunakan software terbaru seperti Android Nougat dan Bixby dari Samsung.

Slot kartu SIM pada ponsel ini menggunakan model hybrid, jadi bisa dipilih antara menggunakan 2 kartu SIM atau 1 kartu SIM dengan 1 kartu Micro SD.

Tersedia 2 varian warna Galaxy Note FE yaitu warna biru dan hitam. Untuk ponsel yang saya review adalah yang varian biru dengan frame warna silver. Kombinasi warna ini tampak menarik dan tidak biasa.

Sisi layarnya yang melengkung membuat bezel bagian sisi ponsel terlihat sangat tipis. Namun begitu ponsel ini masih menggunakan bezel yang tinggi untuk bagian atas dan bawah ponsel.

Bagian bawah ponsel digunakan untuk penempatan tombol navigasi kapasitif dan pemindai sidik jari. Untuk bagian atas ponsel digunakan untuk penempatan berbagai sensor, kamera depan, dan speaker.

Walaupun ponsel ini sudah terpasang Bixby yang mana AI dari Samsung, namun tidak ada tombol khusus untuk Bixby pada ponselnya. Di bagian sisi ponsel hanya tersedia pengatur volume dan tombol daya.

Di bagian belakang ponsel terdapat kamera, flash, dan sensor detak jantuk. Selain itu juga terdapat tulisan Galaxy Note Fan Edition yang nampaknya untuk membedakan bahwa ponsel ini bukanlah Galaxy Note 7.

Galaxy Note FE sudah tersertifikasi IP68 yang artinya tahan air dan debu sehingga dapat digunakan dalam air.

Seperti ponsel kelas flagship Samsung lainnya, tampilan layar di Galaxy Note FE terlihat cerah, kontras yang bagus, dan penuh warna. Namun ada sedikit keanehan, tampilan layar sebetulnya berbentuk persegi panjang standar namun area casing di sekitar layar bentuknya melengkung di sudut seperti Galaxy S8 sehingga ini terlihat agak aneh.

Ada beberapa resolusi layar yang bisa dipilih untuk Galaxy Note FE yaitu 2560×1440, 1920×1080, dan 1280×720. Pemilihan resolusi layar ini akan berdampak ke penggunaan daya baterai. Sepengalaman saya, menggunakan resolusi 1920×1080 masih terlihat bagus di Galaxy Note FE.

Tidak terlihat perbedaan kualitas yang mencolok antara resolusi 2560×1440 dengan 1920×1080 kecuali benar-benar jeli melihat layarnya atau menggunakan ponsel untuk aktivitas yang fokus di tampilan layar seperti bermain game atau virtual reality. Di resolusi 1280×720, akan terlihat penurunan kualitas tampilan layar yang lebih jelas.

Performa galaxy note FE sendiri untuk dipakasi sehari – hari bisa dikatakan sangat impresif, baik pengoperasian ponsel standar, untuk bermain game maupun membuka berbagai aplikasi sangat lancar melalui galaxy note fe

Namun, ada saja kalanya saya merasakan kegagapan performa ketika mengoperasikan ponsel terutama ketika menggeser tampilan home ke halaman Bixby. Hal ini lumrah ditemukan di ponsel Samsung, untuk menyiasatinya adalah dengan menggunakan launcher Android lain.

Ketika dicoba bermain game yang membutuhkan performa tinggi seperti Final Fantasy XV Pocket Edition, game dapat dimainkan dengan lancar walaupun animasi grafiknya terlihat kurang lembut. Game lain seperti Need for Speed No Limit dan Mobile Legend lancar dimainkan.

Ponsel kelas flagship dari Samsung terkenal dengan kualitas kameranya, tidak terkecuali dengan Galaxy Note FE. Ponsel ini dapat menghasilkan foto yang memuaskan di berbagai situasi.

Dengan dipangkasnya kapasitas baterai di Galaxy Note FE menjadi 3.200 mAh, apakah ponsel ini jadi buruk untuk daya tahan baterainya? Itulah pertanyaan saya pertama ketika melihat ponsel ini.

Selama masa pengujian, bagusnya Galaxy Note FE dapat digunakan selama seharian. Galaxy Note FE membutuhkan waktu 22 jam untuk menghabiskan baterai dari level 100% ke 15% dengan penggunaan untuk berjejaring sosial dan berselancar web. Screen on Time yang didapatkan adalah sekitar 3 jam.

Sejauh ini daya tahan baterainya sudah memadai, tidak jelek-jelek amat namun juga tidak mengesankan.

Galaxy Note FE sudah menggunakan model antarmuka yang baru dari Samsung seperti yang ditemukan pada ponsel-ponsel Samsung baru. Sistem operasinya masih belum menggunakan Android versi terbaru melainkan masih menggunakan Android Nougat 7.0.

Untuk keamanan, terdapat fitur Iris Scanner untuk membuka kunci ponsel dengan memindai mata. Walaupun tidak seaman pemindai sidik jari atau PIN, penggunaannya cukup mudah serta cepat identifikasinya dan masih lebih aman dibanding pemindai muka biasa.

Proses penyetelan Iris Scanner tidak sulit dan walaupun disarankan untuk tidak menggunakan kaca mata ketika menggunakan fitur ini, saya masih bisa menggunakan kaca mata saya ketika memindai mata melalui Iris Scanner.

Seperti ponsel kelas Note lainnya, Galaxy Note FE juga dilengkapi dengan berbagai fitur S-Pen. Ada fitur Screen Write di mana pengguna bisa mencoret-coret apa yang tampil di ponsel, ada Smart Select untuk memilih area tertentu pada tampilan ponsel untuk kemudian diproses, dan juga Screen Off Memo untuk menulis-nulis di layar ponsel tanpa perlu menyalakan ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *