Review asus x555qg

laptop asus x555qg

Laptop asus x555qg Indonesia

Review asus x555qg – asus x555qg merupakan laptop kelas menengah yang dapat digunakan untuk bekerja maupun bermain game dengan nyaman karena sudah dibekali dengan apu amd yang berarti selain sudah ada prosesor juga ada integrated graphic untk mengolah gambar 3d sehingga kamu dapat menikmati segala jenis konten dengan baik.

Laptop asus x555qg dipasarkan di indonesia dengan harga yang relatif terjangkau untuk ukuran performanya yaitu sekitar Rp. 6.5 jutaan.

ASUS X555QG masih memiliki desain khas dari keluarga X dengan balutan warna hitam dan perak. Keseluruhan bodinya menggunakan bahan dari plastik yang membuatnya cukup ringan, yakni 2,2 Kg untuk ukurannya yang terbilang besar dikarenakan mengusung layar 15,6 inci.

Material plastik tersebut sedikit memberikan kesan kurang kokoh karena di beberapa area terasa kosong di dalamnya saat diketuk, namun hal ini umum ditemukan pada laptop di kelas menengah ke bawah. Selain itu permukaan laptop ini juga sangat lentur saat ditekan berkat ukurannya yang besar.

Ukuran layar 15,6 inci menjamin kamu dapat melihat konten dengan leluasa dan jelas. Sayangnya resolusi yang ditawarkan masih HD 1366 x 768 piksel sehingga akan kurang memuaskan bagi sebagian orang. Walaupun begitu menurut saya resolusi tersebut sudah sangat pas dengan spepesifikasi yang dimiliki oleh laptop ini.

Kualitas warna yang ditampilkan terbilang biasa saja seperti kebanyakan laptop, namun sudah sangat mencukupi untuk menikmati konten dengan nyaman. Tingkat kecerahan sangat bervariasi mulai dari sangat rendah hampir gelap hingga cukup terang pada tingkat tertingginya.

Soal konektivitas, X555QG menyediakan port yang lengkap mulai dari HDMI, USB 3.0, USB 2.0, Ethernet port, VGA display port, microSD, bahkan hingga DVD-RW yang sudah sangat jarang ditemui. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan kekurangan port saat ingin menghubungkan dengan perangkat lainnya.

Desain ASUS X555QG memang tidak ada yang yang terlalu istimewa bahkan cenderung low-profile sehingga cocok buat kamu yang tidak terlalu ingin menarik perhatian untuk digunakan saat bekerja di samping ukurannya yang besar dan tebal.

ASUS X555QG dipersenjatai dengan APU AMD A10-9600P yang merupakan generasi Bristol Ridge berkecepatan hingga 3.3 GHz. APU ini punya 10 Compute Unit dengan 4 core di antaranya sebagai prosesor dan 6 core lainnya untuk grafis Radeon R5 yang sudah ada langsung di dalamnya.

Agar punya performa lebih cepat lagi, laptop ini juga memiliki kartu grafis tambahan AMD Radeon R6 M435DX dengan video memori 2 GB. Selain itu juga ada RAM 4 GB (512 MB untuk shared memory) untuk kebutuhan program masa kini dan penyimpanan HDD berkapasitas 1 TB untuk data pribadi kamu.

Kombinasi tersebut memungkinkan ASUS X555QG menjalankan segala jenis program umum dengan sangat lancar tanpa lag. Untuk memastikan hal tersebut, tentu saya coba melakukan benchmar menggunakan program PCMark dalam mode Work.

Alhasil nilai yang didapat melalui benchmark dari PCMark 8 mencapai 3605. Nilai tersebut terbilang cukup lumayan dan sudah sangat mencukupi untuk pengguna biasa yang tidak terlalu membutuhkan performa tinggi.

ASUS X555QG sendiri dalam kesehariannya saya gunakan untuk bekeja sehingga sebagian besar aktivitas yang saya lakukan di laptop ini merupakan browsing, mengetik, streaming musik, dan streaming YouTube. Selama saya menggunakan X555QG, tidak ada permasalahan performa sama sekali yang benar-benar menurunkan produktivitas.

Saya dapat menjalankan berbagai program secara bersamaan tanpa merasakan lag. Semua terbuka dengan cepat dan berjalan lancar. Hanya saja terkadang laptop akan mulai terlihat kesulitan saat saya membuka tab sangat banyak saat browsing. Hal yang cukup wajar mengingat laptop ini memiliki RAM 4 GB yang merupakan minimum di zaman sekarang.

uat kamu yang seorang mahasiswa atau pelajar, pastinya ingin punya laptop yang bisa diajak bermain game juga bukan? Sebagai permulaan saya coba melakukan benchmark dengan 3DMark dan hasilnya sesuai dengan apa yang saya prediksi dengan skor 4542 untuk Sky Diver yang menggambarkan game kelas menengah..

Untuk memastikan lebih lanjut, saya langsung mencoba untuk bermain game Rise of Tomb Raider yang punya grafis sangat ciamik dan Grand Theft Auto V yang merupakan game sangat populer di dunia. Dua game ini membutuhkan performa yang cukup tinggi dan bisa menjadi patokan akan apa yang bisa kamu harapkan dari game lainnya.

ASUS X555QG memiliki baterai 2 Cells 37 Whrs untuk mentenagai seluruh spesifikasi tersebut. Sayangnya daya tahan baterai merupakan salah satu kelemahan utama dari laptop ASUS ini mengingat ukurannya juga cukup besar.

Melalu benchmark Work yang dilakukan dengan program PCMark 8, X555QG hanya mampu bertahan selama 1 jam 22 menit saja. Jauh dari rata-rata laptop kebanyakan saat ini yang setidaknya mampu bertahan 2,5 jam dan lebih seperti laptop beberapa tahun lalu.

Dalam penggunaan sehari-hari saya seperti browsing dan nonton video, X555QG dapat bertahan sedikit lebih lama, yakni sekitar 1 jam 40 menit hingga baterai tersisa 9%. Jika digunakan bermain game, daya tahan baterai tersebut bisa menurun lagi menjadi kisaran 1 jam saja.

Hasil tersebut sangat kurang memuaskan sehingga membuat laptop ini kurang cocok untuk digunakan di luar ruangan terlalu lama buat kamu yang memang sering sekali berpergian. Upaya untuk menghemat baterai sebisa mungkin pun tidak memiliki efek yang signifikan.

Buat kamu yang membaca bagian desain mungkin sudah menyadari dan memperkirakan bagaimana kenyamanan dari keyboard X555QG. Jarak dan ukuran dari setiap key terasa sangat pas termasuk area angka atau numpad yang tidak semua laptop memiliki. Letak tombol panah sedikit aneh dikarenakan panah kanan masuk ke area numpad.

Sayangnya keyboard ini memiliki kelenturan tinggi bahkan saat saya menekan dengan halus pun permukaan ikut turun. Bagi sebagian orang mungkin ini bukan lah hal yang terlalu bermasalah, namun bagi yang sering mengetik akan terasas kurang nyaman dan lebih cepat membuat jari lelah.

Jika bukan karena kelenturannya yang cukup tinggi, keyboard dari ASUS X555QG ini mendekati sempurna untuk saya. Keyboard juga tidak memiliki lampu latar atau backlit buat kamu yang berencana untuk sering menggunakannya di ruang gelap.

Soal touchpad, cuma ada dua kata yang bisa saya berikan, yakni luar biasa. Permukaannya sangat mulus sehingga memudahkan jari untuk bergerak. Setiap input yang diberikan juga terasa sangat responsif baik itu klik biasa maupun melakukan gesture di Windows 10.

Hanya saja sebagai catatan, Windows 10 menimpa driver bawaan melalui update sehingga saya hanya bisa menggunakan fungsi dasar touchpad saja. Setelah download driver lebih baru dari situs ASUS, maka masalah terselesaikan hingga saat ini tanpa kendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *